Sejarah Desa

Setiap desa pasti memiliki sejarahnya masing-masing demikian halnya dengan Desa Siding. Sejarah asal muasal desa seringkali tertuang dalam dongeng-dongeng yang diwariskan secara turun-temurun dan disampaikan dari mulut kemulut. Sehingga sulit dibuktitakan kebenarannya secara fakta.

Dongeng tentang asal muasal Desa Siding diantaranya yang paling populer adalah Pada pertengahan abad ke 15 pada masa kerajaan Mataram islam. Karena desa Siding pada waktu itu merupakan tanah pardikan. Sebelum Siding desa ini bernama pedukuan Poh kencur. Nah pada saat itu pedukuan yang diberi pardikan oleh raja mataram. Dulunya dusun Poh kencur adalah tempat yang subur, karena ada salah satu sumber air yang keluar sendiri. Yaitu sumber air mbudur karena airnya yang keluar sangat banyak sehingga warga pada saat itu memberi nama mbudur.  pada waktu itu kadipaten Tuban masuk wilayah kerajaan Mataram. Pada saat itu dan seorang putri dari tuban yang melakukan perjalanan melewati sumber air. Karena kehausan maka putri tersebut berhenti untuk istirahat dan minum di sumber air tersebut. Namun pada saat dayangnya mau mengambil air tiba tiba muncul seorang laki- laki yang juga mau mengambil air, karena melihat kecantikan putri tersebut akhirnya laki-laki tersebut jatuh cinta dengan laki-laki tersebut yang ternyata bernama joko taruno. Akirnya tejalin hubungan asmara antara putri tersebut dengan joko taruno. Setelah beberapa bulan putri dari tuban tersebut mau melanjutkan perjalanannya ke mataram untuk sowan menghadap raja. Dan joko taruno ditinggal di pedukuan mbudur. Karena sekian lama joko taruno menunggu putri tidak datang-datang maka putus asa lah joko taruno, dan disaat putus asa ada seorang gadis cantik putri buyut Suro sesepuh Dusun Poh kencur yang tinggal di selatan mbudur, karena putri tuban tidak datang-datang maka joko taruno menikah dengan putri Golek anak dari kibuyut Suro. Dan disaat berlangsung pernikahan maka tiba-tiba datang putri tuban dalam acara tersebut. Betapa kagetnya joko taruno melihat orang yang dicintainya datang. Namun karena kecewa putri tuban langsung lari dan menuju sendang. Begitu juga joko taruno langsung mengejar putri Tuban. Untuk menjelaskan permasalahan perihal perkawinan tersebut. Namun karena hati sang putri sudah gelap maka dia langsng terjun kedalam sendang dan sebelum terjun dia bersumpah akan selalu mengganggu gadis gadis Poh Kencur yang berparas cantik seperti putri Golek anak dari kibuyut suro. Hingga akhirnya sumpah putri tuban betul betul dilaksanakan. Setelah perkawinan putri golek dengan joko taruno maka mereka dikaruniai anak perempuan yang cantik. Namun setelah berumur sepuluh tahun anak tersebut sakit sakitan dan sakitnya dirasakan aneh. Karena sakitnya gatal gatal dan kalau digaruk jadi borok dan itu tidak terjadi pada putri joko taruno saja. Namun siapa saja yang berparas cantik seperti istri joko taruno. Karena kasian melihat cucunya yang sakit aneh maka kibuyut suro melakukan puasa diatas bukit mbudur. Hingga akirnya beliau dapat wangsit untuk siapa saja yang sakit agar mandi di sendang mbudur. Karena dengan air itu sumpah putri tuban tidak akan mempan, hingga sampai sekarang banyak gadis gadis yang sering mandi di sendang tersebut.

Sejarah Pemerintahan Desa :

Pada zaman penjajahan Belanda Desa Siding adalah salah satu kelurahan yang ada di bawah kecamatan bancar yang dipimpin oleh seorang lurah yang dibantu oleh carik, Bayan, Kamituwo dan Jogoboyo.

Seiring dengan  perkembangan zaman kelurahan tersebut berubah menjadi satu desa yaitu desa Siding yang terdiri dari tiga dusun antara lain Dusun Siding, Dusun Budur dan dusun Ngelom. Sejak terbentuk Desa Siding telah mengalami perubahan Dusun awalnya tiga dusun, sejak tahun 1965 menjadi dua Dusun yaitu Dusun Siding dan Dusun Ngelom, juga  pergantian kepemimpinan (Kepala Desa/Lurah)  sebagai berikut :

 

  • Tahun 1867 – 1870, Desa Siding dipimpin oleh Mawat
  • Tahun 1870 – 1920, Desa Siding dipimpin oleh Marodin Kertodiwongso
  • Tahun 1920 – 1964, Desa Siding dipimpin oleh Yandar
  • Tahun 1964 – 1965, Desa Siding dipimpin oleh Sarman
  • Tahun 1966 - 1970, Desa Siding dipimpin oleh Sidem
  • Tahun 1970 – 1983, Desa Siding dipimpin oleh Aring
  • Tahun 1983 – 1991, Desa Siding dipimpin oleh Majad
  • Tahun 1991 – 2007, Desa Siding dipimpin oleh Trisno
  • Tahun 2007 – 2013, Desa Siding dipimpin oleh Imampuri
  • Tahun 2013 – Sekarang, Desa Siding dipimpin oleh Karwismi

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)